The 1st International Conference on Innovation and Commercialization of Forest Product

    0
    512

    Banjarbaru, 22-23 November 2016. The 1st International Conference on Innovation and Commercialization of Forest Product . Sampai saat ini kontribusi produk hasil hutan masih belum layak bagi penanggulangan kemiskinan, pembangunan ekonomi dan sosial, serta keberlanjutan lingkungan hidup, padahal bagi sebagian masyarakat pemanfaatan produk hutan bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari namun juga untuk tujuan komersial. Diperlukan berbagai pilihan strategi pengembangan produk hasil hutan secara nasional antara lain stimulasi pembentukan sentra, sosialisasi, koordinasi, dan membangun kapasitas kewirausahaan serta kemampuan inovasi. Sejalan dengan hal tersebut, pengembangan usaha ke arah inovasi teknologi dan komersialisasi bagi produk-produk berbasis produk hasil hutan sudah selayaknya dilakukan.  Inovasi dan Sistem Inovasi yang tersusun dari klaster Industri, kemitraan dan dinamika jaringan Inovasi dan dimensi teriterorial menjadi kunci keberhasilan dalam pembangunan kehutanan. Inovasi baik dalam hal teknologi maupun non teknologi, diperlukan untuk perbaikan struktur dan peningkatan rantai nilai di sektor kehutanan. diperlukan suatu langkah kolaboratif dan sistemik dalam meningkatkan daya saing kehutanan dari berbagai pemangku kepentingan, seperti Kementrian Kehutanan, Kementrian Perindustrian dan Kementrian Riset,Teknologi  dan Pendidikan TInggi. Strategi penguatan sistem inovasi ke depan perlu diarahkan pada prioritas yang mempertimbangkan tujuan pembaruan (renewal), pengelolaan hutan yang berkelanjutan (sustainable forest management), dan peningkatan daya saing (competitiveness). Peran serta masyarakat untuk dapat ikut serta dalam upaya mengelola hutan sangat diperlukan dalam hal ini, demikian juga  pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan perlu ditingkatkan.  Sejalan dengan usaha di atas, maka perlulah di adakan seminar internasional mengenai inovasi dan komersialisasi bagi produk hasil hutan dengan judul “The 1st International Conference on Innovation and Commercialization of Forest Product”. Diharapkan dengan adanya seminar ini, para peneliti, birokrasi, praktisi,industri, pelaku usaha  dan pemangku kebijakan yang berhubungan dengan usaha pengembangan produk hasil hutan dapat berkumpul bersama untuk share pengalaman penelitian, ide dan gagasan maupun pengalaman usaha yang berkaitan dengan inovasi dan komersialisasi produk hasil hutan.

    Seminar dilaksanakan di Hotel Rodhita Banjarbaru pada tanggal 22 November 2016 dan dilanjutkan fieldtrip ke Desa Telaga Langsat, Tanah Laut pada tanggal 23 November 2016, dengan melihat kegiatan para petani gaharu, dan pembudidaya lebah madu.  Seminar diikuti oleh lebih dari 200 orang (pemakalah, undangan, peserta seminar dan temu usaha penggiat HHBK), berasal dari berbagai unsur baik kalangan akademisi, praktisi, birokrasi, mahasiswa (S1, S2 dan S3) , dari dalam negeri (Sumatera, Jawa, NTB, Kalimantan, dan Sulawesi), maupun luar negeri (Jepang, Malaysia, Belanda). Sebanyak 76 makalah dipaparkan pada seminar ini, yang terbagi pada 3 komisi. Bertindak selaku keynote speaker pada seminar ini adalah : Dr. Ir. Rufi’i, M.Sc (Direktur pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Ditjen PHPL Kementrian LHK), Ir. H. Ahmad Khairin, M.P. (Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Laut) dan Dr. Suprapto, S.T., M.Sc dari PT. Javara.  Invited speaker adalah: Dr. Gerhard, M (dari ICRAF), Assc. Futoshi Ishiguri (Utsunomiya University, Jepang), Prof. Dr. Ir. Fauzi Febrianto, M.Sc (IPB, Bogor), Prof. Dr. Ir. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc (PUI PT KR PHTB Unlam) dan Dr.Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc (PUI PT KR PHTB Unlam).  

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here