Keikutsertaan PUI PT KR PHTB pada Ritech Expo dalam Rangka Hakteknas ke-22 Tahun 2017 (Center Point Indonesia, Makasar 10-13 Agustus 2017).

    0
    524

    Dalam rangka diseminasi produk dan hasil riset, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, PUI PT KR PHTB yang merupakan salah satu dari 20 Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi yang saat ini dibina oleh Kemenristekdikti , ikut berpartisipasi aktif pada pameran Ritech Expo (eksebisi produk dan inovasi) di Center Point Indonesia, Makassar  dari tanggal 10 Agustus hingga 13 Agustus 2017.  Ritech Expo sendiri merupakan ajang pameran produk inovasi nasional, dan merupakan salah satu dari beberapa agenda kegiatan dalam peringatan Hakteknas.

    Hakteknas merupakan salah satu hari bersejarah nasional yang diperingati setiap tanggal 10 Agustus. Hakteknas dianggap sebagai tonggak sejarah kebangkitan teknologi di Indonesia, yang diawali dengan penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca pada tanggal 10 Agustus 1995 di Bandung. Peringatan Hakteknas ke-22 kali ini diselenggarakan di Kota Makassar dan kali ini merupakan peringatan Hakteknas yang pertama kali diselenggarakan di luar pulau Jawa.

    Hadir dalam acara Puncak Peringatan Hakteknas 2017 Presiden RI Ketiga BJ Habibie, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Anggota DPR RI, Anggota DPD RI, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Gubernur undangan, Kepala Lembaga Pemerintah non Kementerian, Duta Besar Negara Sahabat, Pimpinan Perguruan Tinggi, petani, nelayan dan lebih kurang 2500 tamu undangan lainnya, termasuk diantaranya perwakilan dari PUI PT.

    Dalam sambutannya, wapres Jusuf Kalla mengingatkan arti pentingnya teknologi untuk kemajuan bangsa. Teknologi ada karena adanya riset, oleh karena itu lembaga-lembaga penelitian di Universitas diharapkan dapat menghasilkan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    Pada kesempatan itu PUI PT KR PHTB menempati salah satu stand bersama 20 stand PUI PT lainnya, PUI PT KR PHTB menampilkan produk-produk unggulan berbasis riset.  Produk-produk unggulan sebagian besar adalah produk berbasis hasil hutan bukan kayu, dimana HHBK ini merupakan salah satu produk yang dikembangkan oleh PUI PT KR PHTB saat ini.  Produk-produk tersebut antara lain: teh herbal (yang telah dikembangkan sejak tahun 2015) dan produk-produk yang baru dikembangkan pada tahun 2017 ini, antara lain : madu herbal dan kopi herbal.  Salah satu fokus pengembangan produk PUI PT KR PHTB adalah pengembangan madu baik alam maupun budidaya, termasuk peningkatan kualitas madu yang dihasilkan oleh para petani maupun pengumpul madu.  Selain peningkatan kualitas madu, diversifikasi pengembangan produk turunan dari madu juga dikembangkan, antara lain pengembangan madu herbal.  Pada tahun 2017 ini riset mendalam mengenai madu herbal khususnya madu herbal dengan ekstrak kayu manis telah dilakukan oleh tim peneliti dari PUI PT KR PHTB (Eko Suhartono, Siti Hamidah, Yudi Firmanul Arifin) . Pengembangan produk  ini didasari pada pengetahuan empiris di masyarakat bahwa sebagian  besar ramuan pengobatan tradisional masyarakat menggunakan madu dan kayu manis.  Oleh karena itu pengembangan madu dengan ekstrak kayu manis ini diharapkan dapat menyediakan produk yang lebih praktis untuk dikonsumsi.  Berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan, penambahan ekstrak kulit kayu manis berpengaruh significant terhadap kandungan zat antiinflamasi, serta antidiabet pada madu.  Oleh karena itu pengembangan madu herbal ini diharapkan nantinya dapat dikembangkan sediaan madu yang mempunyai manfaat lebih dibanding madu sebelumnya.  Selain madu herbal, pada tahun ini juga dikembangkan kopi herbal. Hal ini didasari oleh makin banyaknya penggemar kopi baik di dalam maupun di luar negeri. Minum kopi sudah menjadi trend masyarakat, sehingga akhir-akhir ini banyak berdiri cafe dimana-mana.  Pengembangan kopi herbal ini tidak meninggalkan benang merah dari unggulan PUI PT KR PHTB yaitu produk-produk hasil hutan, sehingga kopi yang dipergunakan adalah kopi yang tumbuh alami di hutan,khususnya Kalimantan Selatan. Demikian pula herbal yang dipergunakan sebagai campuran dalam kopi juga tanaman hutan, seperti : pasak bumi, kayu manis dan juga bee pollen dari lebah.   Riset mendalam mengenai komposisi bahan yang tepat agar diperoleh kopi dengan cita rasa yang enak dan berkhasiat, khususnya sebagai antiinflamasi, antidiabet dan antioksidan telah dilakukan, sehingga dapat diproduksi kopi yang enak dan menyehatkan.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here