24 C
Banjarbaru
Friday, September 17, 2021

PENGEMBANGAN PRODUK LOKAL POTENSIAL LAHAN BASAH: “Survey Habitat, Lokasi Demplot & Pengambilan Sampel Kelakai di Desa Palem Kecamatan Cempaka Banjarbaru”

PHLB-ULM, Banjarbaru/ 28 Maret 2021.  Dalam rangka pelaksanaan program “Pengembangan Produk Lokal Potensial Lahan Basah” yang menjadi salah satu PK (Perjanjian Kinerja) PHLB ULM ke rektor, maka tim PHLB ULM melaksanakan Survey Habitat, Lokasi Demplot & Pengambilan Sampel Kelakai di Desa Palem Kecamatan Cempaka Banjarbaru”. Kegiatan survey ini merupakan kegiatan survey di titik terakhir lokasi yang ditetapkan sebagai tempat pengambilan sampel, dimana sebelumnya telah dilakukan pengambilan sampel di Hutan Lindung Banjarbaru, serta di dua desa di Kabupaten Batola, yaitu Desa Sungai Pantai dan Puntuk Dalam.  Ada 4 (empat) tempat yang ditetapkan sebagai tempat pengambilan sampel, yaitu 2 (dua) lokasi diambil di Banjarbaru (Hutan Lindung Banjarbaru & Desa Palem Cempaka), serta 2 (dua) lokasi dari Kabupaten Batola (yaitu: Desa Sungai Pantai dan Puntik Dalam). Survey di tempat lain telah dilaksanakan sebelumnya, meliputi pengambilan data tanah, iklim mikro serta sampel daun dan bibit kelakai, khususnya dari sulur. Bibit ini nantinya akan ditumbuhkan terlebih dahulu ke dalam polybag di Persemaian milik PHLB ULM. Selanjutnya setelah berumur 2 bulan, bibit akan dipindahkan ke demplot penanaman yang berlokasi di 3 (tiga) tempat, yaitu: Palem, Landasan Ulin Utara dan Sungai Pantai, dimana pemilihan tempat tersebut untuk mewakili keberhasilan domestifikasi kelakai secara insitu maupun eksitu. Lokasi yang menjadi tempat domestifikasi ini juga akan diteliti keadaan tanah dan iklim mikronya, untuk nantinya sebagai analisis keberhasilan usaha domestifikasi tersebut.

Bagaimana peluang pengembangan secara budidaya dari kelakai yang diambil dari berbagai lokasi (termasuk yang berasal dari Desa Palem Kecamatan Cempaka Banjarbaru)  ini perlu dilakukan agar mendapat gambaran mengenai peluang pengembangan kelakai nantinya.  Hal ini perlu dilakukan untuk mempersiapkan jika nantinya dikembangkan produk berbahan kelakai, maka kelangsungan bahan baku secara kuantitas maupun kualitas perlu dipersiapkan.  Standarisasi bahan baku ini sangat diperlukan dalam rangka hilirisasi produk, termasuk produk lokal khas lahan basah berupa kelakai ini.  Sebagaimana kita tahu bahwa masyarakat tradisional telah sejak jaman nenek moyang memanfaatkan tumbuhan ini sebagai sayur yang dipercaya dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit anemia atau dimanfaatkan untuk pemulihan tenaga bagi ibu-ibu yang baru melahirkan.  Berbagai riset mengenai kandungan dan khasiat kelakai untuk meningkatkan hemoglobin atau darah baik melalui hewan coba maupun langsung ke responden telah banyak dilakukan oleh banyak peneliti., meskipun demikian hingga saat ini  riset khusus yang menganalisa hubungan kandungan kimia  dengan habitatnya belum diteliti. Demikian pula riset mengenai potensi pengembangan melalui usaha budidaya belum ada. Budidaya tumbuhan ini perlu dipersiapkan agar nantinya dapat dilakukan standarisasi bahan baku jika akan dikembangkan sebagai produk komersial, khususnya produk industri.  Untuk itu sebagai tahap awal akan dilakukan riset domestifikasi multilokasi dari tumbuhan kelakai ini.

Riset ini merupakan salah satu riset unggulan PHLB ULM karena sesuai dengan tupoksinya, PHLB ULM fokus pada riset dan pengembangan produk dan pengelolaan lahan basah, selain juga hasil hutan khususnya hasil hutan bukan kayu.  Hasil riset ini juga diharapkan mampu mendukung salah satu program PHLB ULM sebagai PK (Perjanjian Kinerja) ke rektor ULM, yaitu dalam hal kegiatan “Pengembangan Produk Lokal Potensial, khususnya yang berasal dari Lahan Basah”, dimana kegiatan ini juga merupakan salah satu indicator penilaian PUI PT (Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi” yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti sejak tahun 2013 yang lalu.

Riset ini juga merupakan salah satu riset mahasiswa S3 (program doktoral), dimana salah satu target kinerja PUI PT adalah adanya mahasiswa S3 yang melakukan riset di tempat PUI PT tersebut.  Riset ini juga merupakan salah satu riset yang mendapatkan pendanaan dari Program Dosen Wajib Meneliti (PDWM) Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh LPPM ULM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat).  Diharapkan dari riset ini nantinya akan diperoleh bibit kelakai unggul dan terstandar, khususnya untuk pangan fungsional dan obat herbal untuk anemia.

Sumber: pubdok-phlb-ulm (PHLB-ULM/WEB-B7-C4 (3) / 03-2021)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

SOSIAL MEDIA

6FansLike
121FollowersFollow
172SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Pengumuman