TRANSFER TEKNOLOGI “REKAYASA PEMBUNGAAN PADA POHON SUNGKAI

0
509

Beberapa personel dari PUI PT KR  PHTB (Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Pengelolaan Hutan Tropis Berkelanjutan), pada tanggal 16 Juli 2016, melakukan kegiatan transfer teknologi kepada masyarakat di Balai Malaris, Loklahung, Kecamatan Loksado Hulu Sungai Selatan, tentang cara rekayasa pembungaan tanaman sungkai agar pohon sungkai bisa lebih produktif , yaitu dapat menghasilkan bunga lebih banyak dan frekuensi pembungaan  lebih sering, sehingga makanan lebah hutan (yakni bunga sungkai) dapat tersedia sepanjang waktu. Selama ini bunga sungkai menjadi sumber pakan lebah hutan, dalam menghasilkan “bitter honey”. Kegiatan ini dilatarbelakangi semakin sulitnya ketersediaan madu pahit yang dihasilkan dari lebah hutan, akibat sumber pakannya yaitu bunga sungkai, terbatas waktu pembungaannya (Januari-Mei). Pada awalnya madu ini tidak laku dipasaran, karena konsumen lokal tidak menyukai dan kurang terbiasa dengan madu pahit, sehingga sering dibuang dan ditinggal begitu saja di dalam hutan.  Tim Peneliti dari PUI PT KR PHTB berinisiatif menguji kualitas dan khasiatnya, khususnya kandungan antioksidan, antidiabet dan antiinflasinya. Hasil riset menunjukkan bahwa madu pahit dari Loksado justru lebih bagus ditinjau dari standar SNI, dibanding madu lain yang dihasilkan dari daerah tersebut. Demikian pula kandungan antioksidan, antidiabet dan antiinflamasinya juga lebih tinggi.  Setelah diperkenalkan dalam berbagai pameran, sekarang madu ini mulai diburu para konsumen, bahkan sekarang madu ini sudah sangat sulit ditemukan.  Berdasarkan latar belakang tersebut, Tim Peneliti dari PUI PT  KR PHTB berinisiatif untuk melakukan transfer teknologi tentang “Teknik Rekayasa Pembungaan pada Pohon Sungkai”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here