24 C
Banjarbaru
Friday, September 17, 2021

TRANSFER TEKNOLOGI (Budidaya & Pengolahan HHBK : Kemiri, Gaharu & Kayu Manis)

Rodhita Hotel Banjarbaru, 8- 9 Mei  2018 – Dalam rangka  melaksanakan kegiatan transfer teknologi, peneliti dari PHLB-ULM (Pusat Inovasi, Teknologi, Komersialisasi, Manajemen: Hutan & Lahan Basah, Universitas Lambung Mangkurat), nomenklatur atau nama baru dari PUI PT KR PHTB (Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Konsorsium Riset Pengelolaan Hutan Tropis Berkelanjutan) ikut berperan serta sebagai narasumber dalam kegiatan Pelatihan Penguatan Kelembagaan Perhutanan Sosial  (: Budidaya & Pengolahan HHBK) di Hotel Rodhita Banjarbaru, pada tanggal 8-9 Mei 2018. Acara tersebutdiselenggarakan oleh Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Selatan, dan diikuti oleh 30 orang perwakilan kelompok tani dari seluruh wilayah Kalimantan Selatan, terutama kelompok tani yang terlibat dalam Program Perhutanan Sosial.  Salah satu tema dan topik pelatihan adalah Budidaya & Pengolahan Kemiri, Gaharu dan Kayu Manis, dimana ketiga komoditi tersebut saat ini yang paling banyak diusahakan oleh para petani.  Dalam acara tersebut, salah satu narasumber dari PHLB-ULM adalah Prof. Dr. Ir. H. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc memaparkan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk pembudidayaan ketiga komoditi tersebut, agar mendapatkan bibit unggul dan pertumbuhan pohon yang maksimal sehingga dihasilkan buah, kulit maupun batang yang paling optimal, termasuk usaha rekayasa pertumbuhan pohon agar dapat diperoleh bibit dan pohon unggul.  Usaha ini sangat diperlukan  agar dapat menunjang kontinuitas bahan baku, mengingat kontinuitas bahan baku sangat penting untuk menunjang keberlangsungan industri hilirnya.  Dengan adanya trend masyarakat “back to nature”, maka potensi bahan alam ke depan akan sangat menjanjikan. Oleh karena itu kesediaan bahan baku perlu dipikirkan sejak sekarang.

Sementara itu narasumber lain dari PHLB-ULM (Siti Hamidah, S.Hut, M.P.), menyatakan bahwa selain memikirkan bagian hulu, kesiapan industri bagian hilir juga perlu direncanakan.  Inovasi-inovasi produk hasil hutan bukan kayu, terutama:  kemiri, gaharu dan kayu manis perlu dilakukan, terutama inovasi dalam menghasilkan produk turunan maupun pemanfaatan limbah pemanenannya.  PHLB-ULM dalam 5 tahun terakhir aktif untuk melakukan kegiatan inovasi HHBK, terutama dalam hal menciptakan produk turunan dan pemanfaatan limbah pemanenan maupun pengolahannya, termasuk mencari bahan substitusi bagi HHBK yang sudah mulai sulit dicari.  Beberapa inovasi antara lain: pengolahan biji kemiri menjadi minyak kemiri; pengolahan kayu manis menjadi teh kayu manis, kopi kayu manis, kayu manis instant, sirup kayu manis.  Beberapa produk  turunan dari kemiri dan kayu manis tersebut dihasilkan melalui riset mendalam, dalam hal metode maupun pengaturan komposisi bahan yang dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang dapat memenuhi standar SNI maupun yang mempunyai khasiat yang paling optimal.  Inovasi masih akan terus dikembangkan terutama ke arah produk-produk yang siap pakai, baik untuk tujuan kosmetika maupun makanan dan minuman herbal.  Demikian juga pemanfaatan limbahnya sebagai bahan baku energi alternatif yang ramah lingkungan maupun produk lain yang dapat bernilai ekonomis juga akan terus dilakukan inovasi-inovasinya.

Sumber: pubdok-phlb-ulm (PHLB-ULM/UM-WEB/01-A3-04/ 05-2018)

Related Articles

SOSIAL MEDIA

6FansLike
121FollowersFollow
172SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Pengumuman