Dalam rangka ikut berpartisipasi pada acara Jambore Masyarakat Gambut 2018 yang diselenggarakan pada tanggal 27-30 April 2018 di Taman Kiram, Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, maka PHLB ULM (Pusat Inovasi, Teknologi, Komersialisasi, Manajemen: Hutan & Lahan Basah- Universitas Lambung Mangkurat), dan beberapa peneliti dari ULM yang terlibat dalam kegiatan dengan BRG tahun 2017, ikut berperan serta mengisi stand pameran Universitas Lambung Mangkurat. Pada kesempatan ini ditampilkan beberapa produk hasil riset kerjasama dengan BRG pada tahun 2017 yang lalu, terutama riset tentang produk lokal potensial dari lahan gambut, antara lain: Teh Kelakai (teh dari tumbuhan khas lahan basah) yang mempunyai kandungan antihemolisis yang tinggi untuk dapat mempertahankan kadungan hemoglobine; Bread Cigo (roti rendah kalori, cocok untuk para penderita diabet) yang dibuat dari tepung sagu dan kayu manis; Kola-Q (Kolang Kaling Herbal), merupakan manisan kolang-kaling dengan rasa herbal (ekstra cinnamon, ekstra honeybee, ekstra sereh, ekstra pandan dll) yang dibuat sebagai bahan cemilan sehat dan berkhasiat. Selain bahan pangan potensial dari lahan gambut, juga produk penggumpal lateks alami dan pemacu pertumbuhan bibit tanaman yang dibuat dari cuka dari kayu galam (Biovine-Melaleuca), dimana galam merupakan tanaman khas lahan basah yang banyak dijumpai di Wilayah Kalimantan Selatan. Keikutsertaan PHLB ULM dalam pameran pada acara Jambore Gambut 2018 ini, sebagai bagian dari kegiatan PHLB ULM untuk dapat memenuhi target kinerja khususnya pada bidang Komersialisasi Produk dan Pemanfaatan Hasil Riset. Diharapkan dari kegiatan ini, beberapa produk hasil riset, khususnya produk dari lahan basah/gambut dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas, sehingga nantinya produk tersebut dapat menjadi produk komersial.

Jambore Gambut sendiri merupakan forum pertukaran pengetahuan dan penguatan jejaring bagi para petani gambut dan masyarakat umum. Adapun tujuan diadakan jambore ini adalah, agar produktivitas rakyat dapat meningkat melalui komoditas-komoditas strategis yang menjadi kearifan lokal dan kebakaran hutan dan lahan khususnya di lahan gambut dapat diminimalisir bahkan dihilangkan.
Acara Jambore Gambut 2018 ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Hendrayono, dan disaksikan oleh Kepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Foead dan Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor, dihadiri tidak kurang dari 2000 orang perwakilan dari 265 desa dan kelurahan yang tergabung dalam Desa Peduli Gambut dan desa atau kelurahan lain yang ada di dalam ekosistem gambut, yang berasal dari 7 (tujuh) Propinsi, yaitu: Kalsel, Kalteng, Kalbar, Jambi, Riau, Sumatera Selatan dan Papua.

Peserta dapat mengikuti kelas pelatihan singkat mengenai lima tema. Yang pertama terkait dengan pertanian terpadu dan alami di lahan gambut; kelas khusus membahas mengenai pemeliharaan infrastruktur pembasahan gambut seperti sekat kanal dan sumur bor; kelas untuk pembahasan akses pendanaan dan permodalan bersama praktisi keuangan, filantropi dan bisnis; Kelas pelatihan promosi produk gambut serta; kelas untuk peningkatan nilai tambah kerajinan gambut.

Pada kesempatan ini para petani juga mendeklarasikan komitmen memelihara gambut. Deklarasi dengan sebutan “Deklarasi Banjar” ini dibacakan oleh 14 perwakilan petani dari tujuh provinsi. Ada empat poin dalam deklarasi tersebut. Pertama, mendukung para petani dalam upaya pencegahan kebakaran hutan melalui restorasi gambut. Kedua, berpartisipasi dalam perlindungan gambut berbasis kerja sama desa dan kawasan. Ketiga, siap menjalankan pengelolaan lahan gambut tanpa membakar. Keempat, mendesak agar program restorasi gambut berbasis komunitas dan desa dipercepat dan diperluas. Mereka juga bertemu praktisi bisnis dan seniman guna meningkatkan kemampuan menambah produk dan kerajinan gambut. “Para petani pun mendapat pengetahuan teknis untuk pemeliharaan sekat kanal dan sumur bor,” ujar Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead, Senin (30/4/2018).

Sumber: pubdok-phlb-ulm (PHLB-ULM/UM-WEB/01-A3-03/ 04-2018)





