Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru, yang merupakan anggota Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI PT) Konsorsium Riset Pengelolaan Hutan Tropis Berkelanjutan (PHTB) menyelenggarakan kegiatan transfer teknologi budidaya cendana pada hari Senin, tanggal 19 Desember 2016. Peserta transfer teknologi adalah petani Desa Telaga Langsat sejumlah 23 orang. Kegiatan transfer teknologi diselenggarakan di ruang pertemuan Balai Desa Telaga Langsat.
Kegiatan diawalai dengan sambutan dari Kepala Desa Telaga Langsat, Bapak Ahmad Rizikani. Beliau menyambut baik pelaksanaan transfer tenologi ini. “Beberapa petani di desa ini pernah mencoba menyemaikan cendana, tapi sejauh ini belum ada yang berhasil” kata Ahmad Rizikani. Oleh karena itu dengan adanya transfer teknologi ini diharapkan masyarakat bisa mengetahui bagaimana cara membudidayakan cendana, sambung Ahmad Rizikani. Ahmad Rizikani menyampaikan betapa beruntungnya petani Telaga Langsat yang bisa langsung belajar budidaya cendana dari para peneliti.
Sambutan kedua disampaikan oleh Kasie Data, Informasi dan Kerjasama (Kasie DIK) BP2LHK Banjarbaru, Ibu wining tyas Wardani. Beliau menyampaikan permintaan maaf Kepala BP2LHK Banjarbaru yang tidak bisa menghadiri kegiatan ini karena adanya kunjungan DPR Pusat.“ Kegiatan transfer teknologi ini merupakan respon terhadap permintaan petani yang disampaikan kepada menteri LHK” kata Wining tyas. Permintaan tersebut baru bisa dipenuhi sekarang karena terkendala dalam pembelian biji cendana. Biji cendana dibeli dari Wonosari DIY.” Pemesanan sudah dilakukan sejak bulan oktober, tetapi pemesanan baru bisa dipenuhi Desember ini” lanjut Wining. Kasie DIK mengharapkan kegiatan transfer teknologi budidaya cendana ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Sambutan ketiga sekaligus membuka acara disampaikan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Bapak Ahmad Rofiqi yan gdalam kesempatan ini mewakili Kepala Dinas Kehutanan tanah Laut yang berhalangan hadir. Ahmad Rofiqi mengapresiasi respon cepat BP2LHKdan PUI PT KR PHTBterhadap permintaan petani.“ Terimakasih kami sampaikan kepada Kepala BP2LHK dan Ketua PUI PT KR PHTB” kata Ahmad Rofiqi mengawali sambutannya. Beliau tidak menyangka bahwa respon terhadap surat Kepala Dinas Kehutanan Tanah Laut diwujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Selanjutnya beliau mengharapkan agar petani desa Telaga Langsat dapat mengambil ilmu dari balai tentang budidaya cendana. Setelah tahu ilmunya beliau meminta supaya petani menerapkannya.
Materi budidaya cendana disampaikan oleh Rusmana S. Hut dan Budi Hermawan. Rusmana menyampaikan seluk beluk budaidaya cendana mulai dari pengunduhan buah, ektraksi biji, pembuatan bibit, sampai dengan penanamannya. “Cendana memerlukan inang dalam pembibitannya” Kata Rusamana. Tanaman inang yang bisa digunakan yaitu krokotatau tanaman cabai. Tanaman inang ini ditanaman dalam satu polybag dengan cendana yang akan disemaikan. Setelah tinggi bibit tanaman mencapai 25 cm, semai siap ditanam di lapangan. “Penanaman dilapangan juga tetap memerlukan inang” jelasRusmana. Petani menngikuti dengan seksama apa yang disampaikan oleh Rusmana. Sekali-kali mereka mengajukan pertanyaan jika dirasaada yang kurang jelas.
Selaian pemberian materi, juga ada praktek pembuatan bibit cendana. Budi Hermawan menunjukkan kepada peserta biji cendana yang baik dan yang kurang baik. Selanjutnya Budi memperagakan cara menabur biji cendana dalam baktabur. Adapun komposisi media dalam bak tabor yaitu pasir dan sekam dengan perbandingan 1:1. “Biji ditabur dengan jarak tanam sekitar 2×2 cm” jelas Budi. Biji ini akan berkecambah selama 2-3 bulan. “Setelah semai, bibit siap dipindah ke polybag” lanjut Budi. Budi menjelaskan lebih lanjut bahwa pembuatan bibit cendana juga bisa langsung dilakukan di polybag tanpa menggunakan media tabur. Peserta kemudian diminta untuk mempraktekkan menaburkan biji cendana seperti yang telah diperagakan Budi.
Kegiatan transfer teknologi ini secara keseluruhan mendapat respon positif dari peserta. Mereka antusias mengikuti acara tersebut sampai selesai. Dalam kegiatan ini balai memberikan 4 kg biji cendana yang diterimakan oleh Kepala Desa Telaga Langsat, sebagai sarana uji coba bagi petani yang berminat membudidayakan cendana.










