31 C
Banjarbaru
Wednesday, July 28, 2021

Pameran IndoGreen Environment & Forestry EXPO 2019 Makasar, Kamis- Minggu/4-7 April 2019

PHLB ULM (Pusat Inovasi, Teknologi, Komersialisasi, Manajemen: Hutan & Lahan Basah), dulunya bernama : PUI PT KR PHTB (Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Konsorsium Riset Pengelolaan Hutan Tropis Berkelanjutan) Universitas Lambung Mangkurat , ikut berperan aktif dalam acara Pameran Indogreen Environment and Forestry Expo (IEFE) 2019 yang ke 11. Pameran ini diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Celebes Convention Center, Makassar pada tanggal 4-7 April 2019, dibuka oleh Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Bpk Andi Sudirman.  Dalam sambutannya beliau mengemukakan bahwa  event ini merupakan pameran terbesar terkait lingkungan hidup dan kehutanan yang diikuti oleh sekitar 100 peserta dari instansi pemerintah pusat, daerah, praktisi, asosiasi dan para pegiat lingkungan. IEFE 2019 mengambil tema “Integrasi dan Sinergi Industri Pada Sektor Kehutanan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”. Beliau juga memaparkan bahwa banyak tradisi kearifan lokal budaya masyarakat Bugis/Makasar yang mendukung Ecogreen, seperti kewajiban menanam pohon kelapa ketika akan menikah, dan juga kebiasaan makan buah dengan mengeringkan bijinya untuk ditanam. Oleh karena itu sebaiknya kebiasaan atau tradisi tersebut perlu dilestarikan agar dapat mendukung program pemerintah (khususnya lingkungan hidup & kehutanan).

Selanjutnya dari Kementrian LHK, Sekjen Kementerian LHK, Bambang Hendroyono memberikan sambutan dan menyampaikan bahwa penyelenggaraan pameran ini dalam rangka mensosialisasikan prestasi pemerintah pusat dan daerah dalam mengimplementasi program kerja di bidang lingkungan dan kehutanan. Beberapa program di KLHK antara lain : 1) akses masyarakat terhadap hak kelola (melalui program perhutanan sosial), 2) Moratorium pengelolaan lahan gambut, 3) Moratorium ijin baru sawit, serta 4) Konfigurasi bisnis baru di bidang Kehutahanan.  Berkaitan dengan program yang terakhir ini, maka diselenggarakan pameran Indogreen ini dimana para peserta pameran  dari berbagai instansi di lingkup KLHK (seperti: Dinas Kehutanan Propinsi , BPDAS, KPH,dll), termasuk dari lingkup Perguruan Tinggi (ULM atau Universitas Lambung Mangkurat dan UNHAS), APHI,  APKINDO, ISWA dan APKI dan beberapa perusahaan lainnya yang bergerak dibidang lingkungan hidup & kehutanan.  Program lain adalah “ground issue” dan “green issue” berupa pengelolaan sampah, pencemaran dan pengelolaan gambut.  Oleh karena itu pada pameran ini juga diselenggarakan lomba kreatifitas dari bahan sisa organik dan non organik.

Selanjutnya dipaparkan bahwa pada tahun 2018 devisa dari perdagangan hasil hutan mencapai USD 12,17 Milyar, sebuah rekor angka yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir” ujar Bambang. Selain itu pameran ini juga untuk mempromosikan wilayah hutan sebagai tujuan wisata dalam konfigurasi bisnis baru kehutanan. Pameran ini juga sebagai wahana sosialisasi program-program CSR industri dan memperkenalkan produk dan teknologi pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan. “Yang tak kalah penting disini juga dipromosikan produk-produk hasil hutan yang memiliki potensi dalam peningkatan ekonomi masyarakat”.

Sependapat dengan pernyataan Sekjen KLHK, Ketua Bidang Organisasi dan Keuangan APHI Tjipta Purwita yang turut hadir pada pembukaan Indogreen menyatakan bahwa potensi pemanfaatan hutan dan pasokan bahan baku industri kehutanan di masa yang akan datang akan terus meningkat melalui dukungan iklim usaha yang kondusif. “Diprediksi pada tahun 2045 akan dapat menghasilkan devisa 97,51 milyar US$/tahun, atau setara dengan 8 kali devisa tahun 2018”ujar Tjipta. Capaian ini hanya dapat terwujud melalui konfigurasi bisnis baru kehutanan, yaitu melalui optimalisasi pemanfaatan hasil hutan kayu dan juga pengembangan industri berbasis hasil hutan bukan kayu seperti agroforestry, ekowisata, jasa lingkungan dari air, panas bumi dan serapan karbon, serta pengembangan bioenergi.( https://www.rimbawan.com/berita/partisipasi-aphi-pada-indogreen-environment-forestry-expo-2019)

Dalam kesempatan ini PHLB ULM (Pusat Inovasi, Teknologi, Komersialisasi Hutan & Lahan Basah, Universitas Lambung Mangkurat), merupakan salah satu organisasi yang dahulunya dibentuk dan dibina oleh Kemenristek, dan Kemenristekdikti , saat ini  berada di bawah rektor ULM langsung, turut mengambil bagian mengikuti pameran. Sebelum mengikuti pameran Indogreen 2019 ini, PHLB ULM sejak tahun 2013 telah  aktif mengikuti pameran baik di lingkup regional Kalsel (KALEX) maupun dilingkup nasional (HAKTEKNAS). Pameran Indogreen ini dirasa lebih spesifik dibanding pameran lain, mengingat pameran Indogreen diselenggarakan dan diikuti oleh para stake holder dilingkup Kementrian KLHK, sehingga produk yang dipamerkan merupakan produk sejenis yang selama ini dihasilkan oleh PHLB ULM.  PHLB ULM selama ini banyak menghasilkan produk dari hasil riset dari produk-produk berbasis hasil hutan (terutama hasil hutan non kayu) dan produk dari lahan basah (gambut).

Bersama dengan Fakultas Kehutanan ULM, PHLB ULM mengambil stand dengan nama stand ULM. Pada kesempatan ini  ULM juga diberi kesempatan untuk menjadi salah satu narasumber pada acara tersebut. Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama & Humas ULM, Prof. Dr. Ir. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc memparkan materi “Terwujudnya ULM Sebagai Universitas Terkemuka dan Berdaya Saing di Bidang Lingkungan Lahan Basah”.

Dalam pemaparannya beliau menjelaskan beberapa tahapan yang dipersiapkan dan telah dilaksanakan oleh ULM dalam rangka mencapai visi universitas yaitu : “Terwujudnya ULM sebagai universitas terkemuka dan berdaya saing di bidang lingkungan lahan basah”.  Pada tahun 2027 diharapkan ULM menjadi Center of Excellence di bidang Pengelolaan Lahan Basah tingkat internasional.  Oleh karena itu PHLB ULM yang telah ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek oleh Kemenristekdikti pada tahun 2015  yang lalu, diharapkan menjadi salah satu kekuatan untuk dapat mendukung visi misi universitas.  Saat ini bersama dengan IBT ULM (Inkubator Bisnis Teknologi, Universitas Lambung Mangkurat), PHLB ULM akan bersinergi untuk kedepannya dapat dibentuk STP (Science Techno Park) /STC (Science Techno Campus) oleh ULM.

Sumber: pubdok-phlb-ulm (PHLB-ULM/WEB-C7-02/ 04-2019)

Related Articles

SOSIAL MEDIA

6FansLike
121FollowersFollow
164SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Pengumuman