Kamis/07 Maret 2019, PHLB ULM (Pusat Inovasi, Teknologi, Komersialisasi, Manajemen: Hutan & Lahan Basah), dulunya bernama : PUI PT KR PHTB (Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Konsorsium Riset Pengelolaan Hutan Tropis Berkelanjutan) Universitas Lambung Mangkurat, setiap tahun mempunyai target capaian kinerja, salah satunya adalah bidang pengembangan komersialisasi dan pemanfaatan riset yang dijabarkan dalam beberapa kegiatan antara lain: pengembangan sumberdaya lokal potensial dan kontrak riset (baik nasional maupun internasioanal). Dalam rangka pelaksanaan target kinerja tersebut pada tanggal 7 Maret 2019 telah dilakukan kegiatan eksplorasi sumberdaya lokal potensial sekaligus pelaksanaan riset Hibah Kompetensi. Kegiatan eksplorasi dan riset ini merupakan kegiatan lanjutan dari tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya dari hasil eksplorasi sumberdaya lokal potensial dari daerah Malinau & Loksado telah berhasil dikembangkan produk-produk turunan dari kemiri, kayu manis, bambu dan beberapa jenis tumbuhan obat. Pada tahun ini dari hasil eksplorasi sumberdaya lokal ditemukan kearifan masyarakat Dayak di Daerah Malinau dan Loksado dalam menggunakan kekayaan alam untuk keperluan kecantikan dan kesehatan terutamanya untuk kecantikan rambut. Dari hasil eksplorasi ini selanjutnya tim PHLB akan menguji kemampuan tumbuhan tersebut sebagai ramuan minyak rambut.

Demikian pula dengan pelaksanaan riset HIKOM tahun ini merupakan lanjutan dari tahun 2018 yang lalu, dimana pada tahun 2018 PHLB ULM telah melakukan riset mengenai uji pertumbuhan tumbuhan obat Manggarsih (Parameria laevigata (Juss) Moldenke) dan Pikajar (Schizaea digitata (L.) Sw.) di luar habitat aslinya.


Pada tahun 2019 ini fokus riset adalah membandingkan komposisi fitokimia dari tumbuhan tersebut, yaitu fitokimia dari tumbuhan yang tumbuh di dalam habitatnya dan fitokimia jika ditanam di luar habitatnya. Hasil riset ini nanti dapat sebagai rekomendasi apakah pengembangan tumbuhan obat yang selama ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar hutan tersebut dapat dikembangkan di luar habitat aslinya. Hal ini sangat penting untuk menjamin ketersediaan bahan baku jika nantinya tumbuhan tersebut akan dibuat produk industri.


Sumber: pubdok-phlb-ulm (PHLB-ULM/WEB-C1(1)-02 & C4-03/ 03-2019)




