Webinar PHLB ULM-Barito#3. Rabu/ 26 Agustus 2020. Dalam rangka melanjutkan webinar series, pada Hari Rabu tanggal 26 Agustus 2020, PHLB ULM (Pusat Inovasi, Teknologi, Komersialisasi, Manajemen:Hutan & Lahan Basah Universitas Lambung Mangkurat) kembali melaksanakan Webinar Series Barito yang ke-3 dengan tajuk Webinar Series Barito#3. Pada seri pertama Barito#1 yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu (Rabu, 29 Juli 2020) dari pemaparan para narasumber para peserta mendapatkan informasi betapa banyak jenis tumbuhan obat yang ditemukan di Indonesia dan bagaimana trend permintaan tumbuhan obat yang semakin meningkat, demikian juga betapa banyaknya riset-riset tumbuhan obat yang telah dilakukan oleh para peneliti, namun sampai saat ini standarisasi bahan baku tumbuhan obat belum begitu banyak, demikian pula riset-riset yang mengarah ke arah budidaya hutan sangat minim sehingga kontinuitas ketersediaan bahan baku tumbuhan obat sangat penting untuk dipikirkan.

Begitu banyaknya tumbuhan obat Indonesia, dan begitu banyaknya hasil riset yang telah dihasilkan, namun produk industri yang berbasis riset dan tumbuhan obat tersebut masih sangat sedikit. Apa yang menyebabkannya dan mengapa, pertanyaan ini juga dilontarkan oleh para peserta di webinar Barito#1 dan terjawab dari hasil pemaparan para narasumber di webinar Barito series berikutnya, yaitu : Webinar Series Barito#2, yang diselenggarakan pada Hari Rabu tanggal 12 Agustus 2020. Variasi yang tinggi dari bahan baku, belum ada budidaya atau budidaya masih tradisional, kontinyuitas ketersediaan bahan baku yang belum bisa terjamin, serta prosedur panjang riset yang diperlukan agar tumbuhan obat bisa menjadi OHT (Obat Herbal Terstandar), dan Fitofarmaka. Bagaimana peluang pengembangan tumbuhan obat agar bisa memenuhi penyediaan bahan baku untuk industri, khususnya melalui pengembangan pola agroforestry dibahas pada Webinar Series Barito#3 ini, demikian pula bagaimana peran UMKM dalam pengembangan TUmbuhan Obat. Dalam kesempatan ini dihadirkan narasumber antara lain:
- Siti Hamidah, S.Hut, M.P. (Sekretaris PHLB ULM & Dosen HHBK Fakultas Kehutanan ULM)
- Hamdani Fauzi, S.Hut, M.P., IPM (Peneliti PHLB ULM, Lab. Agroforestry, Kaprodi Kehutanan ULM)
- Gede Arya Subakti, M.P. (Kabid PMPPS : Pemberdayaan masyarakat, Penyuluhan & Perhutanan Sosial Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan)
- Feri A Ngangi (Ketua Kelompok Tani KTH Sukamaju Desa Emil Baru)
Dipandu oleh moderator Dr. Ir. Trisnu Satriadi, S.Hut, M.Si, IPM acara berlangsung selama 3 jam penuh dimulai dari pemaparan para narasumber dan dilanjutkan dengan sesi diskusi, namun sebelum dimulai acara terlebih dahulu Ketua PHLB ULM (Prof. Dr. Ir. Yudi Firmanul Arifin, M.Sc, IPU) memberi sambutan. Dalam kesempatan tersebut beliau memaparkan beberapa target kinerja PHLB ULM dimana salah satunya dilaksanakan acara webinar Barito Series ini, seiring dengan pandemic corona. Dikarenakan focus riset dan kegiatan PHLB ULM adalah di bidang hasil hutan bukan kayu, salah satunya adalah tumbuhan obat, maka webinar yang dilaksanakan adalah tentang tumbuhan obat. Beliau mengharapkan pada webinar Series Barito#3 ini para narasumber dapat menyampaikan pemaparan tentang bagaimana usaha budidaya tumbuhan obat terutama secara agroforestry serta peluang pengembangan UMKM berbasis tumbuhan obat. Hal ini sangat penting karena sampai saat ini usaha budidaya tumbuhan obat ini masih sangat minim, padahal ketersediaan bahan baku ini sangat penting dalam rangka industrialisasi tumbuhan obat.
Pada kesempatan ini, narasumber pertama Siti Hamidah, S.Hut, M.P. memberikan sharing hasil-hasil penelitiannya tentang peluang pengembangan tumbuhan obat secara budidaya eksitu dikarenakan dari hasil riset menunjukkan bahwa tumbuhan obat tidak memerlukan syarat tanah yang subur, tidak perlu pemupukan dan pemberian hormon sehingga punya peluang besar untuk dikembangkan di lahan agroforestry. Disampaikan juga tentang beberapa riset dan contoh-contoh pengembangan produk UMKM berbasis tumbuhan obat yang telah dilaksanakan oleh PHLB ULM selama ini, beserta langkah-langkah yang harus ditempuh serta perlunya kolaborasi berbagai pihak untuk hilirisasi lebih lanjut tumbuhan obat tersebut, terutama dalam kaitannya riset tentang standarisasi tumbuhan obat dengan mengembangkan tumbuhan obat ke lingkungan sebenarnya (di lahan agroforestry).

Selanjutnya narasumber kedua, Ir. Gede Arya Subakti menyampaikan potensi dan peluang pengembangan tumbuhan obat di Kalimantan Selatan dengan program Agroforestry sangat terbuka lebar, karena Dishut Kalsel punya lahan cukup luas dan masyarkat yang bisa digerakkan, namun perlu dikaji terlebih dahulu bagaimana respon tumbuhan tersebut setelah dikembangkan di areal agroforestry. Beliau juga menyampaikan kebijakan perhutanan sosisal di Kalimantan Selatan, termasuk salah satunya yang berkaitan dengan UMKM yaitu KUPS (Kelompok Usaha Perhutanan SOsial), dimana diharapkan nantinya semua KUPS itu dapat menjual produknya secara mandiri ke luar daerah (kategori platinum) yang sampai saat ini belum tercapai.

Narasumber ketiga, Dr. Hamdani Fauzi, S.Hut, M.P., IPM menyampaikan bahwa hasil-hasil riset tentang budidaya tumbuhan obat yang telah dilaksanakan oleh tim peneliti PHLB ULM perlu ditindaklanjuti untuk direalisasikan di program agroforestry, namun perlu riset lebih lanjut apakah nantinya hasilnya bisa menguntungkan. Selanjutnya pemateri terakhir, Bpk Feri A Ngangi, menyampaikan beberapa usaha tumbuhan obat dan produk-produk yang dibuatnya.

Sebelum ditutup, Siti Hamidah, S.Hut, MP selaku ketua panitia penyelanggara menyampaikan bahwa pada sesi ketiga ini disampaikan bahwa usaha tumbuhan obat sangat erat kaitannya dengan UMKM dan padat karya, namun nanti pada Webinar Series Barito#4 nanti akan dipaparkan tentang industri 4.0 tumbuhan obat. Lalu dimanakah industri 4.0 ini nanti bisa berperan pada usaha tumbuhan obat yang identik dengan padat karya ini berperan??? Jawabannya bisa ditemukan nanti pada Webinar Series Barito#4 yang akan dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 9 September 2020. Selanjutnya bagi para peserta yang ingin kembali menyaksikan tayangan webinar ini, bisa masuk ke link youtube https://youtu.be/AtUYqYjX64A .

Sumber: pubdok-phlb-ulm (PHLB-ULM/WEB-C13(5) / 08-2020)





