31 C
Banjarbaru
Wednesday, July 28, 2021

Seminar Internasional “The 2nd International Conference on Innovation and Commercialization of Forest Product.(Daffam Hotel Banjarbaru, 21 Nopember 2017).

Komunitas Kehutanan selama ini masih terpaku pada hasil hutan kayu, baik dari hutan alam maupun dari hutan tanaman, padahal di sisi lain masih terdapat potensi kawasan hutan yang bernilai ekonomis yang perlu digali dan dioptimalkan pengelolaaan, pemanfaatan maupun teknologi inovasinya agar ke depan bisa menjadi produk andalan dari hutan, seperti aneka usaha kehutanan dari hasil hutan bukan kayu yang masih belum tergarap secara maksimal, meskipun potensinya sangat besar. Di sisi lain sumberdaya hutan mempunyai potensi multi fungsi yang dapat memberikan manfaat ekonomi, lingkungan dan sosial untuk kesejahteraan umat manusia.  Keberadaan multifungsi hutan dilihat dari sisi ekonomi, ekologi dan sosial telah menempatkan Sumber Daya Alam (SDA) ini menjadi bagian penting dari sekian banyak kontributor pembangunan nasional dalam mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia. Manfaat tersebut bukan hanya berasal dari hasil hutan berupa kayu, namun juga hasil hutan bukan kayu, karbon dan ekowisata.  HHBK memiliki potensi dan peran sangat penting bagi pembentukan aktivitas ekonomi yang bersifat padat karya untuk dapat menciptakan industri rakyat yang banyak penyerap tenaga kerja serta penguatan sendi-sendi ekonomi pedesaan. Keanekaragaman HHBK merupakan kekuatan utama bagi penyediaan berbagai ragam green goods product, services product dan pengembangan diversifikasi produk dan jasa sumber daya hutan.

Operasionalisasi KPH di seluruh Indonesia, merupakan peluang terbukanya pengembangan HHBK, termasuk usaha peningkatan teknologi dan inovasi dalam pengolahan dan pemanfaatannya, serta pengembangan usaha dan bisnis yang berbasis HHBK.  Melalui kewenangan pengaturan KPH untuk mengelola wilayahnya, HHBK akan menjadi penggerak ekonomi riil dan tingkat martabat kehutanan di daerah. Diperlukan suatu langkah kolaboratif dan sistemik dalam meningkatkan daya saing kehutanan dari berbagai pemangku kepentingan, seperti Kementrian Kehutanan, Kementrian Perindustrian dan Kementrian Riset dan Teknologi. Strategi penguatan sistem inovasi ke depan perlu diarahkan pada prioritas yang mempertimbangkan tujuan pembaruan (renewal), pengelolaan hutan yang berkelanjutan (sustainable forest management), dan peningkatan daya saing (competitiveness).  Demikian pula peran serta masyarakat untuk dapat ikut serta dalam upaya mengelola hutan sangat diperlukan dalam hal ini, demikian juga  pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan perlu ditingkatkan.

Sejalan dengan usaha di atas, maka perlulah di adakan seminar internasional mengenai inovasi dan komersialisasi bagi produk hasil hutan. Seminar tentang inovasi hasil hutan ini telah dua kali diselenggarakan, setelah sebelumnya pada tanggal 22 November 2016 di Hotel Rodhita Banjarbaru diadakan “The 1st International Conference on Innovation and Commercialization of Forest Product”, pada tahun ini kembali PUI PT KR PHTB ULM (Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Konsorsium Riset Pengelolaan Hutan Tropis Berkelanjutan Universitas Lambung Mangkurat), mengadakan lanjutan seminar tersebut dengan judul “The 2nd International Conference on Innovation and Commercialization of Forest Product” pada tanggal 21 November 2017, di Hotel Daffam Banjarbaru. Ada 3 keynote speaker (dari KLHK diwakili oleh direktur UJLHHBK HP Ir. Djohan Utama Perbatasari, MM; dari perwakilan Pemerintah Daerah, mewakili Bupati Tabalong, Drs. Mahdi Noor, M.Si selaku Kepala Bapeda Tabalong; dan dari ITTO oleh Dr. Tetra Yanuardi), serta 5 invited speaker (yaitu: Mr. Aulia Perdana dari ICRAF; Dr. Dede Rohadi dari CIFOR; Dr. Andri Andriyana, S.T.DEA,Ceng ImeChe dari University Malaya Malaysia; Dr. Eija Laitinen dari Hame University of Applied Sciences Finlandia; serta Dr. Acep Akbar mewakili PUIPT  KR PHTB ULM).  Dihadiri oleh peserta, undangan dan pemakalah sebanyak 160 orang.

Diharapkan dengan adanya seminar ini, para peneliti, birokrasi, praktisi,industri, pelaku usaha  dan pemangku kebijakan yang berhubungan dengan usaha pengembangan produk hasil hutan dapat berkumpul bersama untuk share pengalaman penelitian, ide dan gagasan maupun pengalaman usaha yang berkaitan dengan inovasi dan komersialisasi produk hasil hutan. Pada penyelenggarakan tahun kedua ini, setelah selesai diadakan seminar, dilanjutkan dengan kegiatan Pelatihan INOTEKOM (Inovasi, Teknologi & Komersialisasi) Hasil Hutan ke-1 pada tanggal 22-24 Nopember 2017.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

SOSIAL MEDIA

6FansLike
121FollowersFollow
164SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Pengumuman